Rabu, 27 September 2017

Hadapi Kenyataan

Tiada satu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami Jelaskan yang demikian itu) Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.
(Q.S. Al Hadid:22-23)
Tidak ada yang dapat mengingkari rasa sakit yang mendera anak adam ketika kegagalan dan kekecewaan menghampirinya. Rasa sakit itu sangat nyata seakan ada pukulan yang begitu kuat tepat mengenai dada kita, membuat dada kita menjadi sesak dan membuat nafas naik sampai ke tenggorakan, air mata pun terjatuh.
Namun saudaraku sadarilah, hidup itu bukan untuk ditangisi. Apa yang telah terjadi tidak dapat ditarik kembali. Hari-hari akan terus berjalan tanpa menghiraukan apakah kau ridho atau tidak. Memang beginilah dunia, pahit manis kehidupan datang silih berganti.

Maka beristirahatlah

Bangunlah di sepertiga malam terkahir. Kemudian duduklah sendirian dan rasakan keheninggannya. Berikan waktu sejenak kepada hati mu untuk merasakan ketenangan yang dulu pernah kau rasakan. Sesungguhnya di keheningan malam fikiran kita lebih terbuka dan lebih jernih. Saat ini kau bisa curhat kepada Penciptamu.
 Renungkanlah bahwa semua yang telah terjadi yang menimpamu semuanya atas izin Allah, sudah tertulis bahkan jauh sebelum hidup dan kehidupan ini diciptakan. Berbaik sangka lah kepada Rabb mu, sesungguhnya berbaik sangka kepada Rabb mu akan mendatangkan keridhoan hati dan keridhoan hati adalah sebab datangnya ketentraman jiwa.
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (Q.S. Ar-Rad : 28)

Terimalah apa yang telah terjadi

Aku ingin kau mengingat satu buah hadis yang mulia dari manusia paling mulia yang diriwayatkan oleh imam yang mulia, “Sungguh mengherankan perkara seorang mukmin itu, sesungguhnya semua perkara itu baik baginya, dan itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali hanya untuk orang mukmin. Jika seorang mukmin itu mendapat kesenangan kemudian dia bersyukur (hanya kepada Allah) niscaya ia akan mendapatkan kepaikan baginya. Dan jika ia ditimpa musibah lalu bersabar, maka itu juga sebuah kebaikan baginya. (H.R. Muslim)”.
Terimalah semua yang telah terjadi. Sungguh semuanya telah berjalan sesuai rencana Allah terhadap dirimu. Dan Allah hanya akan memberikan kebaikan. Percayalah.

Kemudian hadapilah kenyataan

 Apa yang kita saksikan saat ini adalah seperti satu buah anak puzzle dari rangkaian anak puzzle yang akan membuat suatu gambar kehidupan yang utuh. Keseluruhan gambar itu hanya akan dapat kita lihat setelah semua anak puzzle tersusun. Apakah itu gambar yang baik atau malah sebaliknya, itu gambar yang buruk. Jika anak puzzle yang kita lihat saat ini adalah potongan gambar yang buruk, tenanglah, itu bukan merupakan keseluruhan gambar. Selalu ada harapan bahwa anak puzzle berikutnya adalah potongan yang menggambarkan kebaikan.
Aku tuliskan ini untuk mu, karena hidup ini begitu singkat tidak ada waktu untuk berduka. Semoga Allah memberikan kepada kita hidayah dan kekuatan untuk terus berjalan sampai ke puncak.

2 komentar: